Waw, Bangunan Ini Bisa Bernyanyi, Tapi

Bangunan bernyanyi

Di Dresden, sebuah  ibukota di Jerman, ada sebuah bangunan aneh yang memiliki keistimewaan, yaitu mengeluarkan suara musik saat hujan turun.

Uniknya, Gedung ini dikenal sebagai Neustadt Kunsthofpassage, akan membunyikan lantunan musik setiap kali air turun dari langit.

Dresden termsuk salah satu kota warisan di Jerman Timur pada tempo dulu, hampir 60 persen dari total bangunan di sini hancur karena Perang Dunia ke-II.

Namun, restrukturisasi telah dilakukan oleh pemerintah Jerman untuk meningkatkan pengembalian ekonomi di wilayah ini setelah disepakati gencatan senjata.

Hampir seluruh bangunan yang berdiri di kota ini memiliki model arsitektur retro, karena pemerintah setempat ingin menyimpan bangunan ini agar sesuai dengan statusnya, yaitu sebagai kota warisan.

Oleh karena itu, seiring berjalannya waktu kota ini juga menjadi salah satu destinasi wisata di jerman karena mengandung nilai sejarah yang tinggi. Selain dikenal sebagai kota warisan sejarah, Dresden juga terkenal sebagai kota musik.

Di sinilah para pegiat musik Jerman berkumpul jika ada gelar pertunjukan musik. Malah, jika ada komunitas yang ingin mendalami bidang musik, maka ditekankan untuk memilih lokasi di sini sebagai objek untuk menimba ilmu.

Yang patut kita acungi jempol, gedung ini sengaja dibangun khusus untuk mengeluarkan alunan musik ketika hujan dan menjadikannya sebagai salah satu Landmark di kota Dresden.

Gedung yang dinamakan dengan Neustadt Kunsthofpassage merupakan sebuah apartemen tua yang direnovasi menjadi bangunan yang penuh dengan alat-alat musik berbentuk saluran-saluran. Jika dilihat sepintas, corng itu tampak persis seperti alat musik saksofon.

Pada awalnya, benda ini digunakan untuk mengalirkan hujan. Namun, alat tersebut telah diubah fungsinya untuk bisa menghasilkan suara musik nan merdu.

Jika ingin membunyikan saksofon harus menggunakan tenaga angin, justru untuk membuat corong berteriak harus dengan memakai tenaga air, ia akan menyanyi ketika ada hujan.

Yang lebih menariknya lagi, penduduk di Pangsapuri akan menikmati musik alam bergelombang setiap kali tetes hujan jatuh, alat itu berfungsi otomatis.


Konsep bangunan ini dirancang oleh tiga orang pemuda cerdas, yakni Christopher Rossner, Annette Paul dan Andre pasta pada tahun 1999 yang juga penduduk setempat. Mereka ber-3 merupakan mahasiswa Universitas Dresden yang mendalami bidang musik orkestra.

Konsep asli dari bangunan ini terinspirasi oleh musik gereja di Inggris. Menurut tiga anak muda itu, saat hujan, musik yang dihasilkan juga seirama. Namun, tempo musik itu sendiri akan bervariasi, tergantung tingkat intensitas curah hujan.

Musik yang dihasilkan tidak seperti yang sering kita dengarkan, tetapi lebih eksotis dan kolektif, tentunya dapat menenangkan jiwa siapa saja yang mendengarnya.

Bagi kebanyakan orang, mungkin mereka tidak mengerti musik apa yang dibunyikan oleh alat yang terbuat dari besi itu.

Selain bisa bernyanyi, bangunan ini juga telah dicat berwarna-warni untuk menambah tingkat seninya. Dengan warna yang indah dan dihiasi alat-alat musik, gedung itu tampak begitu memanjakan mata.

Jika ingin menikmati alunan musiknya, Anda bisa mencarinya di media berbagi video YouTube.

Mungkin musik yang Anda putar di YouTube tidak sama dengan yang aslinya, akan tetapi, paling tidak Anda bisa mendapatkan bagaimana bayangan alunan irama musik itu.


Subscribe to receive free email updates: