7 Gejala Tak Terduga yang Diabaikan Perokok

Orang yang merokok mungkin  tak menghiraukan bahaya merokok sebab merasa tidak melihat jika asap rokok tersebut telah menimbulkan gangguan kesehatan. Gambar-gambar menyeramkan mengenai paru-paru yang menghitam atau "bolong" pada bungkus rokok bahkan tidak memberikan efek buat  mereka untuk berhenti merokok. Dengan congkaknya mereka mengatakan, "Ah, pada akhirnya semua juga mati."

efek buruk asap rokok

Kamu yang merokok mungkin juga tak sadar apa sebenarnya risiko merokok dalam jangka pendek. Padahal, pada saat kamu merasa masih bugar walaupun telah bertahun-tahun merokok, sebenarnya tubuh kamu sudah menampakkan gejala-gejala yang oleh asap rokok ini. Masih belum percaya? Tujuh hal di bawah ini merupakan beberapa di antaranya:

1. Mudah terserang flu

Hingga detik ini para peneliti tak mampu menjelaskan kenapa perokok memiliki respons yang berlebihan terhadap infeksi virus. Tapi, dari berbagai penelitian terlihat bahwa perokok lebih cenderung mengalami kematian kala terjadi epidemi influenza, searta lebih mudah terserang chronic obstructive pulmonary disease (COPD, penyakit paru-paru obstruktif kronis). Kekacauan sel kekebalan diperkirakan sebagai penyebab perokok lebih mudah masuk angin, flu, dan pneumonia ketimbang non-perokok.

2. Masalah perkawinan

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 1990-an oleh Eric Doherty dan William J Doherty dari University of Minnesota medapatkan hasil bahwa risiko perokok untuk bercerai meningkat 53 persen. Usia, ras, pendidikan, penghasilan, dan juga jender tidak memengaruhi fenomena ini.


Bila  mereke perokok muda cenderung memasuki masa dewasa dengan lebih banyak masalah psikologis ketimbang non-perokok, perokok dewasa terlihat memiliki tingkat depresi dan kegelisahan yang lebih tinggi. Mereka yang merokok memiliki karakteristik dan pengalaman hidup yang bisa menyebabkan masalah dalam hubungan.

3. Kulit kusam

Coba kamu berhenti merokok, kamu akan memerhatikan salah satu perubahan positif pertama: kulit Kamu akan terlihat lebih cerah dan menawan. Para perawat mengungkapkan bahwa mereka bisa membedakan perokok dan bukan perokok hanya dari kulitnya. 

4. Batuk

Ketika kamu berjalan terlalu cepat, pergi keluar pada saat cuaca tidak mendukung, atau menghirup uap dari shower air panas, secara mendadak kamu akan merasa seperti penderita TB. Itulah yang terjadi ketika paru-paru Kamu bereaksi terhadap iritasi yang berlebihan. 

5. Indera penciuman dan perasa yang menurun

Setelah berhenti meroko, mereka akan cenderung gemuk, Ternyata ini bukan sekadar mitos. Penyebabnya adalah lantaran semua makanan mendadak jadi terasa lezat sebab Kamu merasa lebih mampu mengecap rasanya. 

6. Jam tidur berantakan

Sepeerti diberitakan  oleh  Nasional Sleep Foundation (www.sleepfoundation.org), perokok lebih kerap mengalami masalah tidur daripada non-perokok. Nikotin adalah stimulannya yang akan mengacaukan pola tidur Kamu yang normal. Merokok sebelum tidur membuat Kamu makin sulit tertidur.


Pada saat perokok tidur, mereka mengalami gejala yang ditimbulkan oleh nikotin, yang juga menyebabkan masalah tidur. Tak hanya itu, nikotin juga dapat menyebabkan mimpi buruk, sulit bangun pagi, serta mengantuk pada siang hari.

7. Lesi prakanker

Dalam mulut perokok akan tumbuh bercak bersisik warna putih yang sakit, yang bisa mengakibatkan kanker mulut. Berhenti merokok memang tak menyenangkan, namun mati akibat kanker paru-paru, atau melihat putra-putri Kamu terisak-isak di sisi tempat tidur Kamu di rumah sakit tentu lebih menyedihkan.

Subscribe to receive free email updates: